Universitas Muhammadiyah Sidoarjo mengadakan kunjungan Studi Banding ke Pemkab Banyuwangi pada tanggal 7-8 Juli 2017 untuk mempelajari sistem pemerintahan Banyuwangi. Banyuwangi merupakan salah satu Kabupaten terbaik di Indonesia yang telah menerapkan sistem e-government dalam manajemen pelayanan publik di daerahnya. Penerapan e-government di Kabupaten Banyuwangi menjadi salah satu percontohan yang patut diteladani dan terbaik se-Indonesia. Prestasi tersebut nampak pada penghargaan Kabupaten Banyuwangi sebagai daerah yang  memiliki Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (SAKIP) tahun 2016 dengan nilai terbaik alias A.

    Pemerintah Kabupaten Banyuwangi yang dilengkapi dengan alamat website (www.banyuwangikab.go.id) menunjukkan konsistensinya dalam pencapaian tujuan dari Inpres terkait penerapan e-government. Website yang telah dibuat pada dinas, kantor, badan telah diupdate setiap harinya sebagai pemberi layanan publik dan juga mampu menjalin kerjasama yang baik (simbiosis mutualisme) antar Lembaga Pemerintah dalam Kabupaten Banyuwangi, swasta, masyarakat, maupun stakeholder yang lainnya. Kabupaten Banyuwangi mampu menunjukkan kredibilitasnya sebagai pelayan masyarakat yang baik serta menunjukkan kemandiriannya dalam mengelola masyarakatnya dengan menitikberatkan pemberdayaan masyarakat dan komitmen yang kuat dari pejabat publik dalam menjalankan tupoksinya.

    Mahasiswa umsida dapat mempelajari bagaimana pemerintah banyuwangi mendongkrak perekonomian masyarakat dengan membuat inovasi-inovasi dan memberdayakan masyarakat,  berupa kebijakan-kebijakan dari pemerintah dengan mengadopsi reinventing government/mewirausahakan birokrasi dimana akan mengubah pola pikir kita dari menghabiskan anggaran kearah efisiensi untuk mendapatkan outcome dan berdampak pada perekonomian masyarakat. Selain itu, menghilangkan ego sektoral dan menyatukan visi dan kebersamaan SKPD. Berbagai potensi wisata daerah Banyuwangi diekspolre sedemikian rupa sehingga dapat menarik minat wisatawan lokal maupun asing untuk berkunjung ke Banyuwangi. Hal inilaha yang juga menjadi strategi pembangunan berkelanjutan Kabupaten Banyuwangi ke depan. Sebagaimana yang dikatakan oleh MY Bramuda yakni Kabupaten Banyuwangi secara konsisten dan berkelanjutan telah mengagendakan event-event Banyuwangi festival pada setiap tahunnya. Hal ini merupakan bentuk keberanian Pemkab banyuwangi untuk keluar dari zona aman. Menurutnya dengan keluar dari zona aman pemerintah kabupaten banyuwangi dapat merubah pola pikir aparatur dan masyarakatnya menjadi berkembang. Berbagai pengalaman dan pengetahuan baru dalam pengelolaan pemerintah daerah telah banyak mahasiswa dapatkan. Ke depannya hal inilah yang dapat menjadi bekal ke depan sebagai generasi penerus bangsa sebagai agent of change dalam pembangunan berkelanjutan di daerah masing-masing. [Imah, dkk/Mahasiswa IAN]